INFO MEUTANI - Menciptakan kebun sendiri akan membuat Anda merasa seolah sedang melakukan proyek besar, terutama jika ini adalah kali pertama Anda melakukannya. Akan tetapi, dengan mengikuti hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan berikut ini, Anda akan menemukan bahwa beberapa “deretan aturan” sederhana ini akan mengubah Anda menjadi ahli kebun di lingkungan Anda!
![]() |
Foto : Plukme |
Lokasi, lokasi, dan lokasi! Sama halnya dengan real estat, keberhasilan mengolah kebun ditentukan oleh lokasi Anda—khususnya tingkat paparan sinar matahari yang didapat. Jangan’ menanam bunga tanpa’ memerhatikan lokasi atau membuat rancangan kebun yang tidak’ sesuai dengan kondisi rumah Anda.
Gambarlah peta atau sketsa tempat yang terkena cahaya matahari dan yang teduh serta bawalah peta tersebut ke tengah kebun Anda. Ketika berada’ di kebun, cari tanaman yang tumbuh subur sesuai kondisi matahari di tempat Anda. Karyawan mungkin memiliki gagasan untuk lokasi yang sedikit sulit.
2. Jangan menanam tumbuhan semusim di seluruh kebun.
Tumbuhan musiman memang terlihat cantik jika diletakkan di pot, sehingga’ menarik untuk ditanam karena mampu berbunga dengan cepat. Namun pada tahun berikutnya, Anda’harus kembali memulai kebun Anda dari awal. Menginvestasikan waktu dan uang pada tumbuhan tahunan (yang bukan musiman) akan memberi Anda hasil bunga yang semakin kuat pada tahun-tahun berikutnya.
Tumbuhan tahunan akan tampak kurus pada tahun pertama. Namun beberapa tahun ke depan, Anda’akan terkesima’ dengan hasilnya. Pilihlah tumbuhan tahunan yang mekar pada waktu berbeda sehingga kebun Anda akan’penuh warna sepanjang musim.
3. Jangan melupakan tanah kebun Anda.
Tanah berperan sebagai fondasi kebun Anda. Jangan’ berkebun sebelum Anda mengetahui jenis tanah kebun Anda dan cara menyuburkannya. Kesuburan segala jenis tanah dapat ditingkatkan dengan sedikit upaya. Pelajari trik memilih pupuk kompos dan menyuburkan tanah kebun Anda’.
Tentukan apakah tanah Anda memiliki kandungan pasir, geluh, atau penuh tanah liat. Pupuk kompos meningkatkan tingkat kesuburan tanah yang berpasir. Serutan kayu atau potongan rumput dapat ditambahkan pada tanah yang mengandung geluh (tanah subur dan gembur yang terdiri atas’ pasir, lanau, serta sedikit kandungan tanah liat). Tanah dengan kandungan tanah liat yang tinggi membutuhkan bahan organik tambahan atau penggunaan lahan bedeng.
4. Pupuk kompos dan pupuk kandang tidaklah sama.
Pupuk kompos adalah bahan organik yang terurai untuk menyuburkan tanah—sisa sayuran, sampah botani, atau potongan rumput serta dedaunan. Pupuk dibuat dari pupuk kandang, kotoran hewan, atau berupa pupuk sintetis komersial yang mengandung nitrogen.
Pupuk dan pupuk kompos sama-sama dapat menyuburkan tanah, namun tumbuhan dapat memilih makanan mereka sendiri! Apabila tanah Anda membutuhkan nitrogen, pupuk adalah pilihan yang tepat. Tanah yang diolah secara berlebihan dengan tingkat kelembapan yang tidak seimbang membutuhkan pupuk kompos. Temukan hal ’terbaik untuk tanah Anda dan penuhi kebutuhan nutrisi tanaman Anda mulai dari akarnya.
5. Jangan menghabiskan terlalu banyak uang.
Meski berbelanja di toko perkebunan itu menyenangkan, pengeluaran dapat membengkak dengan tiba-tiba. Anda dapat memperoleh hasil yang mengagumkan jika Anda mengandalkan perencanaan cermat serta bantuan dari teman dan tetangga Anda.
Gunakan pupuk kompos buatan sendiri dari tempat sampah di halaman belakang. Pengembang mungkin memiliki lapisan tanah atas atau batu drainase bersih untuk dibagikan secara cuma-cuma. Pekebun lain perlu membagikan tanaman hosta dan trumpet vinenya. Suatu hari nanti Anda juga dapat melakukannya! Mulailah berbagi bibit untuk menyebarkan kegembiraan saat berkebun.
6. Jangan menanam tumbuhan yang agresif.
Beberapa tumbuhan yang ada di sentra kebun tergolong sebagai tumbuhan yang agresif. Jenis-jenis tumbuhan tersebut biasanya ’tidak berasal dari wilayah Anda, dan jika dibiarkan, mereka dapat mengambil alih kebun serta menggusur tanaman favorit Anda.
Tumbuhan agresif seperti artemisia, mint, morning glory, kudzu, dan buckthorn dapat mengambil alih kebun manapun. Apabila Anda menanam tumbuhan tersebut sebagai pagar hidup, utamakan perawatan dengan menyiangi, memangkas, dan memotong pucuk yang layu secara rutin.
7. Jangan berperang dengan serangga.
Tidak hanya sekadar mengganggu, —nyamuk juga dapat menimbulkan bahaya besar bagi manusia. Oleh’ karena itu, Anda harus mempertimbangkan penggunaan anti-nyamuk®Autan untuk membantu mengusir nyamuk saat bekerja di kebun, khususnya di saat senja dan fajar. Meskipun demikian, banyak serangga kebun yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh tanaman kita. Lebah dan laba-laba memiliki tugas penting di kebun, yakni membantu penyerbukan serta menangkap hama.
Tanam kebun yang dipadati tumbuhan penyerbukan seperti gulma, columbine, sage hitam dan putih, yucca, bunga matahari, dan lupin untuk menarik serangga bermanfaat seperti kupu-kupu dan lebah asli. Buat sarang lebah pekerja (mason bee) dengan fitur air dan penahan angin untuk memelihara lebah yang membantu serta bermanfaat di kebun Anda. [] Autan.id
0 comments:
Post a Comment